Redaksi.Bentara patrolinews.id
BACA SELENGKAPNYA⤵️⤵️⤵️⤵️⤵️🇮🇩✍️✍️✍️💯
Di poros jalan Kota Takalar, tepatnya di depan Makam Pahlawan dan di samping SPBU, ada sosok yang nyaris tak pernah absen dari pandangan pengguna jalan. Ia adalah Daeng Naba, penjual petai yang namanya akrab di telinga para pelanggannya.
Terik matahari yang menyengat maupun hujan yang turun tiba-tiba tak pernah menjadi alasan baginya untuk berhenti berjualan. Setiap hari, Daeng Naba setia menunggu pembeli demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Ikatan petai tersusun rapi di lapaknya, sebagian masih utuh, sebagian lainnya telah dikupas—memberi pilihan bagi para pelanggan.
Bagi Daeng Naba, petai bukan sekadar komoditas dagangan. Ia tahu betul manfaatnya bagi kesehatan. Petai kaya akan serat, kalium, antioksidan, vitamin C dan B, zat besi, magnesium, serta kalsium.
Kandungan ini dipercaya membantu menjaga kesehatan jantung, melancarkan pencernaan, mengontrol gula darah, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga membantu mencegah anemia.
Bahkan, senyawa unik seperti thritiolane dan hexathionine memiliki potensi antibakteri.
Soal harga, Daeng Naba tak pernah memasang tarif tinggi. Warga Takalar Lama, tempat ia tinggal, mengenalnya sebagai pedagang yang ramah dan jujur. “Yang penting ada sedikit keuntungan untuk makan sehari-hari,” begitu prinsip hidupnya.
Kesederhanaan Daeng Naba terpancar dari caranya melayani pembeli.
Dengan senyum khas yang tetap terasa meski tertutup masker, ia menyapa setiap orang yang singgah. Sabar menunggu kendaraan—baik sepeda motor maupun mobil—yang berhenti sejenak untuk membeli petai dagangannya.
Di tengah lalu lintas yang sibuk, Daeng Naba berdiri sebagai potret ketekunan dan kejujuran. Ia bukan hanya penjual petai, tetapi juga simbol kerja keras masyarakat kecil yang menggantungkan hidup pada jalanan, dengan harapan rezeki datang bersama setiap kendaraan yang melambat.
